Tampilkan postingan dengan label Pemograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemograman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2019

Modul 2 PBO


Pengertian Enkapsulasi (Encapsulation)
Enkapsulasi (encapsulation) adalah sebuah metoda untuk mengatur struktur class dengan cara menyembunyikan alur kerja dari class tersebut.

Struktur class yang dimaksud adalah property dan method. Dengan enkapsulasi, kita bisa membuat pembatasan akses kepada property dan method, sehingga hanya property dan method tertentu saja yang bisa diakses dari luar class. Enkapsulasi juga dikenal dengan istilah ‘information hiding’.
Dengan enkapsulasi, kita bisa memilih property dan method apa saja yang boleh diakses, dan mana yang tidak boleh diakses. Dengan menghalangi kode program lain untuk mengubah property tertentu, class menjadi lebih terintegrasi, dan menghindari kesalahan ketika seseorang ‘mencoba’ mengubahnya. Programmer yang merancang class bisa menyediakan property dan method khusus yang memang ditujukan untuk diakses dari luar.

Melanjutkan analogi tentang class laptop, perusahaan pembuat laptop telah menyediakan ‘method’ khusus untuk menghidupkan laptop, yakni dengan cara menekan tombol on. Di dalam laptop sendiri, banyak ‘method-method’ lain yang akan dijalankan ketika kita menyalakan laptop, contohnya: mengirim sinyal booting ke processor, mengirim data dari processor ke memory, dan mengirim sinyal listrik ke LED di monitor. Akan tetapi, proses ini adalah method internal laptop dimana kita tidak perlu memahaminya untuk menghidupkan laptop.

Enkapsulasi Objek: Public, Protected dan Private
Untuk membatasi hak akses kepada property dan method di dalam sebuah class, Objek Oriented Programming menyediakan 3 kata kunci, yakni Public, Protected dan Private. Kata kunci ini diletakkan sebelum nama property atau sebelum nama method. Berikut adalah pembahasannya:

Pengertian Hak Akses: Public
Ketika sebuah property atau method dinyatakan sebagai public, maka seluruh kode program di luar class bisa mengaksesnya, termasuk class turunan. Berikut adalah contoh penulisan public property dan public method dalam PHP:

<?php
// buat class laptop
class laptop {
   // buat public property
   public $pemilik;
   // buat public method
   public function hidupkan_laptop() {
     return "Hidupkan Laptop";
   }
}
 
// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_anto = new laptop();
 
// set property
$laptop_anto->pemilik="Anto";
 
// tampilkan property
echo $laptop_anto->pemilik; // Anto
 
// tampilkan method
echo $laptop_anto->hidupkan_laptop(); // "Hidupkan Laptop"
?>
Perhatikan penambahan kata public sebelum nama property dan nama method. Kode diatas pada dasarnya sama dengan contoh class laptop kita dalam tutorial sebelum ini.
Jika hak akses property dan method tidak ditulis, maka PHP menganggapnya sebagai public.

Dalam contoh sebelumnya, saya membuat property class laptop menggunakan kata kunci var, seperti berikut ini: 
var $pemilik;
Kata kunci var sebenarnya tidak perlu ditulis, bahkan pada PHP versi 5.0 sampai dengan 5.1.3, menggunakan kata var di dalam class akan menghasilkan warning. Untuk PHP versi 5.1.3 keatas, menggunakan kata var tidak lagi menghasilkan warning (dianggap sebagai public).

Agar sejalan dengan konsep enkapsulasi, setiap property dan method dalam class harus menggunakan kata kunci seperti public, protected, atau private. Oleh karena itu, membuat property dengan keyword var tidak disarankan lagi .
Pengertian Hak Akses: Protected
Jika sebuah property atau method dinyatakan sebagai protected, berarti property atau method tersebut tidak bisa diakses dari luar class, namun bisa diakses oleh class itu sendiri atau turunan class tersebut.
Apabila kita mencoba mengakses protected property atau protected method dari luar class, akan menghasilkan error, seperti contoh berikut ini:

<?php
// buat class laptop
class laptop {
   // buat protected property
   protected $pemilik;
 
  // buat protected method
   protected function hidupkan_laptop() {
      return "Hidupkan Laptop";
   }
}
// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_anto = new laptop();
 
// set protected property akan menghasilkan error
$laptop_anto->pemilik="Anto";
// Fatal error: Cannot access protected property laptop::$pemilik
 
// tampilkan protected property akan menghasilkan error
echo $laptop_anto->pemilik;
// Fatal error: Cannot access protected property laptop::$pemilik
 
// jalankan protected method akan menghasilkan error
echo $laptop_anto->hidupkan_laptop();
// Fatal error: Call to protected method laptop::hidupkan_laptop()
// from context
?>
Dalam contoh diatas, pemanggilan property $pemilik dan method hidupkan_laptop() dari luar class akan menghasilkan error.
Walaupun akses level protected tidak bisa diakses dari luar class, namun bisa diakses dari dalam class itu sendiri, berikut adalah contohnya:

<?php
// buat class laptop
class laptop {
   // buat protected property
   protected $pemilik="Anto";
   public function akses_pemilik() {
      return $this->pemilik;
   }
   protected function hidupkan_laptop() {
      return "Hidupkan Laptop";
   }
   public function paksa_hidup() {
      return $this->hidupkan_laptop();
   }
}
 
// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_anto = new laptop();
 
// jalankan method akses_pemilik()
echo $laptop_anto->akses_pemilik(); // "Anto"
 
// jalankan method paksa_hidup()
echo $laptop_anto->paksa_hidup(); // "Hidupkan Laptop"
?>
Hampir sama dengan contoh kita sebelumnya, property $pemilik di deklarasikan sebagai protected, sehingga pengaksesan dari luar class akan menghasilkan error. Oleh karena itu, saya membuat sebuah public method yang akan menampilkan hasil property $pemilik, yakni method akses_pemilik().
Begitu juga dengan method hidupkan_laptop() yang tidak bisa diakses secara langsung. Saya menambahkan method paksa_hidup() yang secara internal akan mengakses method hidupkan_laptop().

Kata kunci $this merujuk kepada objek saat ini, penjelasan tentang kata kunci $this akan kita bahas dalam tutorial berikutnya. Namun karena satu-satunya cara pengaksesan ‘isi’ class dari dalam class adalah dengan $this, jika anda tidak memahaminya silahkan lewatkan saja terlebih dahulu.
Selain dari dalam class itu sendiri, property dan method dengan hak akses protected juga bisa diakses dari class turunan (Kita akan membahas tentang penurunan class dalam tutorial lain):

<?php
// buat class komputer
class komputer{
   // property dengan hak akses protected
   protected $jenis_processor = "Intel Core i7-4790 3.6Ghz";
}
 
// buat class laptop
class laptop extends komputer{
   public function tampilkan_processor() {
     return $this->jenis_processor;
   }
}
 
// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_baru = new laptop();
 
// jalankan method
echo $laptop_baru->tampilkan_processor(); // "Intel Core i7-4790 3.6Ghz"
?>
Pada kode diatas, walaupun method $jenis_processor di set sebagai protected pada class komputer, tetapi masih bisa diakses dari class laptop yang merupakan turunan dari class komputer.
Pengertian Hak Akses: Private

Hak akses terakhir dalam konsep enkapsulasi adalah private. Jika sebuah property atau method di-set sebagai private, maka satu-satunya yang bisa mengakses adalah class itu sendiri. Class lain tidak bisa mengaksesnya, termasuk class turunan.
Sebagai contoh, berikut adalah hasil yang di dapat jika kita mengakses property dan method dengan level private:

<?php
// buat class komputer
class komputer {
 
   // property dengan hak akses protected
   private $jenis_processor = "Intel Core i7-4790 3.6Ghz";
 
   public function tampilkan_processor() {
     return $this->jenis_processor;
   }
}
 
// buat class laptop
class laptop extends komputer{
 
   public function tampilkan_processor() {
     return $this->jenis_processor;
   }
}
 
// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$komputer_baru = new komputer();
$laptop_baru = new laptop();
 
// jalankan method dari class komputer
echo $komputer_baru->tampilkan_processor(); // "Intel Core i7-4790 3.6Ghz"
 
// jalankan method dari class laptop (error)
echo $laptop_baru->tampilkan_processor();
// Notice: Undefined property: laptop::$jenis_processor
?>
Dalam kode diatas, saya membuat 2 buah class, yakni class komputer, dan class laptop. Class laptop merupakan turunan dari class komputer. Di dalam class komputer terdapat property $jenis_processor dengan akses level private. Di dalam class komputer dan class laptop, saya membuat method tampilkan_processor() yang digunakan untuk mengakses property $jenis_processor.

Pengaksesan method tampilkan_processor() dari objek $komputer_baru sukse ditampilkan karena berada di dalam satu class dimana property $jenis_processor beradaAkan tetapi, jika method tampilkan_processor() diakses dari objek $laptop_baru yang merupakan turunan dari class komputer, PHP akan mengeluarkan error karena property $jenis_processor tidak dikenal.
Akses level private sering digunakan untuk menyembunyikan property dan method agar tidak bisa diakses di luar class.

Dalam tutorial kali ini, kita telah membahas tentang pengertian enkapsulasi dalam objek oriented programming (OOP), mengenal 3 hak akses: public, protected, dan private, serta melihat contoh cara penggunaannya di dalam PHP.

Modul 1 PBO (OOP) Object Oriented Programming

Saya disini akan menjelaskan tentang bagaimana penggunaan Program Berbasis Objek modul 1 yaitu OOP atau Object Oriented Programming .. langsung saja kita Mulai.

1. Pengerian OOP
apa itu OOP?

OOP singkatan dari Object Oriented Programming sekarang OOP sangat begitu popular, dan banyak digunakan oleh Programer-Programer, Buktinya CMS,Joomla,Wordpress,Drupal dan banyak lagi, semua itu dibuat dengan gaya pemrograman OOP, Apalagi saat ini sangat trend penggunaan Framwork PHP, seperti Zend PHP, CodeIgniter,Yii Framwork, Cake PHP, yang notabenenya semua juga menggunakan dengan teknik OOP.
Memang Gaya Pemrograman OOP masih menjadi hal menakutkan bagi Programer pemula, Terutama yang terbiasa dengan gaya prosedural. Tetapi hilangkanlah Perasaan yang seperti itu, Jika memang ingin berusaha berkeras hati untuk mempelajarinya.
Tentang OOP di php, tentunya dengan bertahap, dari mulai membuat Class, Membuat Propertise atau atribut, membuat Method/fungsi, membuat object, lalu ada juga Constructor dan Destructor Nanti akan berlanjut dengan Mempelajari Encapsulasi, Inheritance, sampai dengan Mempelajari Polymorphism.

2. Kelebihan dan Kekurangan OOP
  A.Kelebihan
     OOP menyediakan struktur modular yang jelas untuk program sehingga OOP sangat bagus digunakan     untuk  mendefinisikan tipe data abstrak di mana detil implementasinya tersembunyi.
OOP akan mempermudah dalam memaintain dan memodifikasi kode yang sudah ada. Objek yang baru dapat dibuat tanpa mengubah kode yang sudah ada.
B.Kekurangan
1.Tidak memperbolehkan implementasi yang kuat pada reuse
Properti software
2.tidak terikat dalam satu unit fungsional, sehingga harus
crosscut di antara komponennya.
3.Crosscut tersebut mengakibatkan sulitnya pengembangan dan pemeliharaan.

3. Subjek OOP
Class
Class adalah
Class adalah ‘cetak biru’ atau ‘blueprint’ dari object. Class digunakan hanya untuk membuat kerangka dasar. Yang akan kita pakai nantinya adalah hasil cetakan dari class, yakni object.
Sebagai analogi, class bisa diibaratkan dengan laptop atau notebook. Kita tahu bahwa laptop memiliki ciri-ciri seperti merk, memiliki keyboard, memiliki processor, dan beberapa ciri khas lain yang menyatakan sebuah benda tersebut adalah laptop. Selain memiliki ciri-ciri, sebuah laptop juga bisa dikenakan tindakan, seperti: menghidupkan laptop atau mematikan laptop.
Class dalam analogi ini adalah gambaran umum tentang sebuah benda. Di dalam pemrograman nantinya, contoh class seperti: koneksi_database dan profile_user.
Di dalam PHP, penulisan class diawali dengan keyword class, kemudian diikuti dengan nama dari class. Aturan penulisan nama class sama seperti aturan penulisan variabel dalam PHP, yakni diawali dengan huruf atau underscore untuk karakter pertama, kemudian boleh diikuti dengan huruf, underscore atau angka untuk karakter kedua dan selanjutnya. Isi dari class berada dalam tanda kurung kurawal.
Berikut adalah contoh penulisan class dalam PHP:


<?php
class laptop {
   // isi dari class laptop...
}
?>
Property
Property (atau disebut juga dengan atribut) adalah data yang terdapat dalam sebuah class. Melanjutkan analogi tentang laptop, property dari laptop bisa berupa merk, warna, jenis processor, ukuran layar, dan lain-lain
Jika anda sudah terbiasa dengan program PHP, property ini sebenarnya hanyalah variabel yang terletak di dalam class. Seluruh aturan dan tipe data yang biasa diinput kedalam variabel, bisa juga diinput kedalam property. Aturan tata cara penamaan property sama dengan aturan penamaan variabel.

Berikut adalah contoh penulisan class dengan penambahan property:

<?php
class laptop {
   var $pemilik;
   var $merk;
   var $ukuran_layar;
   // lanjutan isi dari class laptop...
}
?>
Dari contoh diatas, $merk, $ukuran_layar dan $jenis_processor adalah property dari class laptop. Seperti yang kita lihat, penulisan property di dalam PHP sama dengan cara penulisan variabel, yakni menggunakan tanda dollar ($). Sebuah class tidak harus memiliki property.
Method

Method adalah tindakan yang bisa dilakukan didalam class. Jika menggunakan analogi class laptop kita, maka contoh method adalah: menghidupkan laptop, mematikan laptop, mengganti cover laptop, dan berbagai tindakan lain.
Method pada dasarnya adalah function yang berada di dalam class. Seluruh fungsi dan sifat function bisa diterapkan kedalam method, seperti argumen/parameter, mengembalikan nilai (dengan keyword return), dan lain-lain.
Berikut adalah contoh penulisan class dengan penambahan method:

<?php
class laptop {
   function hidupkan_laptop() {
   //... isi dari method hidupkan_laptop
   }
   function matikan_laptop() {
   //... isi dari method matikan_laptop
   }
   ... //isi dari class laptop
}
?>
Dari contoh diatas, function hidupkan_laptop() dan function matikan_laptop() adalah method dari class laptop. Seperti yang kita lihat, bahwa penulisan method di dalam PHP sama dengan cara penulisan function. Sebuah class tidak harus memiliki method.
 Object
Object
Object atau Objek adalah hasil cetak dari class, atau hasil ‘konkrit’ dari class. Jika menggunakan analogi class laptop, maka objek dari class laptop bisa berupa: laptop_andi, laptop_anto, laptop_duniailkom, dan lain-lain. Objek dari class laptop akan memiliki seluruh ciri-ciri laptop, yaitu property dan method-nya.
Proses ‘mencetak’ objek dari class ini disebut dengan ‘instansiasi’ (atau instantiation dalam bahasa inggris). Pada PHP, proses instansiasi dilakukan dengan menggunakan keyword ‘new’. Hasil cetakan class akan disimpan dalam variabel untuk selanjutnya digunakan dalam proses program.
 Sebagai contoh, berikut adalah cara membuat objek laptop_andi dan laptop_anto yang dibuat dari class laptop:

<?php
class laptop {
   //... isi dari class laptop
   }
$laptop_andi = new laptop();
$laptop_anto = new laptop();
?>
Dari contoh diatas, $laptop_andi dan $laptop_anto merupakan objek dari class laptop. Kedua objek ini akan memiliki seluruh property dan method yang telah dirancang dari class laptop.


Destructor dan Contructor
Destructor adalah kebalikan dari pada constructor, Destructor dibuat serta digunakan saat object akan dihapus. Pada Pemrogaraman PHP, Destructor akan otomatis dipanggil pada saat akhir pengerjaan skript PHP anda.
Cara Penggunaan Destructor dan Constructor dalam PHP
Sebagai tutorial kita kali ini, berikut adalah contoh penggunaan constructor dan destructor dalam PHP:

<?php
// buat class laptop
class laptop {

   private $pemilik = "Andi";   private $merk = "Lenovo";
 
   public function __construct(){
     echo "Ini berasal dari Constructor Laptop";
   }

   public function hidupkan_laptop(){
     return "Hidupkan Laptop $this->merk punya $this->pemilik";

   }
   public function __destruct(){
     echo "Ini berasal dari Destructor Laptop";
   }
}

// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_andi= new laptop();

echo "<br />";
echo $laptop_andi->hidupkan_laptop();
echo "<br />";
?>
Dalam contoh diatas, saya membuat class laptop dengan 3 method:
Method __construct() merupakan constructor dari class laptop. Method ini akan dipanggil secara otomatis ketika class laptop di instansiasi.
Method hidupkan_laptop() merupakan method ‘biasa’ yang akan menampilkan hasil string. Untuk menggunakan method ini, kita memanggilnya dari objek.
Method ketiga adalah __destruct() yang merupakan destructor dari class laptop. Method ini akan dipanggil saat objek dihapus.
Setelah pendefinisian class, saya membuat objek $laptop_andi, dan memanggil method hidupkan_laptop(). Berikut adalah hasil yang didapat:

1.Ini berasal dari Constructor Laptop
2.Hidupkan Laptop Lenovo punya
3.Ini berasal dari destructor Laptop
Seperti yang terlihat, method __construct() dan __destruct() secara otomatis dipanggil saat objek dibuat dan saat objek dihapus. Untuk mencoba menghapus objek $laptop_andi secara manual, kita bisa menggunakan fungsi unset() sebagai berikut:

<?php
// buat class laptop
class laptop {

   private $pemilik = "Andi";
   private $merk = "Lenovo";
 
   public function __construct(){
     echo "Ini berasal dari Constructor Laptop";
   }

   public function hidupkan_laptop(){
     return "Hidupkan Laptop $this->merk punya $this->pemilik";

   }
   public function __destruct(){
     echo "Ini berasal dari Destructor Laptop";
   }
}

// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_andi= new laptop();

echo "<br />";
echo $laptop_andi->hidupkan_laptop();
echo "<br />";

// hapus objek $laptop_andi
unset($laptop_andi);

echo "<br />";
echo "Objek Telah Dihancurkan";
?>
Jika kita menjalankan kode diatas, berikut adalah hasil yang didapat:

1.Ini berasal dari Constructor Laptop
2.Hidupkan Laptop Lenovo punya Andi
3.Ini berasal dari Destructor Laptop
4.Objek Telah Dihancurkan
Setelah memanggil method $laptop_andi->hidupkan_laptop(), saya kemudian menghapus objek $laptop_andi secara manual menggunakan fungsi unset($laptop_andi)
Untuk membuktikan bahwa destructor $laptop_andi sudah dijalankan, saya menambahkan perintah echo “Objek Telah Dihancurkan” diakhir halaman. Sehingga kita bisa melihat bahwa destructor objek $laptop andi di jalankan sebelum dihapus otomatis oleh PHP. Silahkan anda coba hapus perintah unset($laptop_andi), maka string “Objek Telah Dihancurkan” akan tampil sebelum destructor objek $laptop_andi.

Anda juga bisa mengganti perintah unset($laptop_andi) dengan $laptop_andi=null. Kedua perintah ini akan menghapus objek $laptop_andi dan men-trigger pemanggilan destructor.
Sebagai contoh terakhir dalam tutorial kali ini, saya akan membuat contoh constructor yang sering digunakan untuk membuat objek dengan nilai awal. Konsep ini sering digunakan dalam pemrograman objek. Berikut adalah contoh penggunaannya:

<?php
// buat class laptop
class laptop {

   private $pemilik;
   private $merk;

   // constructor sebagai pembuat nilai awal
   public function __construct($pemilik, $merk) {
     $this->pemilik = $pemilik;
     $this->merk = $merk;
   }

   public function hidupkan_laptop() {
     return "Hidupkan Laptop $this->merk punya $this->pemilik";
   }
}

// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_andi= new laptop("Andi", "Lenovo");

echo $laptop_andi->hidupkan_laptop();
echo "<br />";

$laptop_anto= new laptop("Anto", "Acer");

echo $laptop_anto->hidupkan_laptop();
?>
Pada kode diatas, saya menggunakan constructor sebagai pembuat nilai awal dari objek. Method constructor menerima 2 buah argumen yang kemudian disimpan kedalam property internal objek.
Berikut adalah hasil yang didapat dari kode program diatas:

1.Laptop Lenovo punya Andi
2.Hidupkan Laptop Acer punya Anto

Di dalam PHP, constructor dan destructor harus memiliki hak akses public. Jika anda mengubah hak akses constructor atau destructor menjadi protected atau private, PHP akan mengeluarkan error:

1.Fatal error: Call to private laptop::__construct()
2.from invalid context

Jumat, 08 Desember 2017

Modul II - Tipe Data Variabel dan Operator

LAPORAN PRATIKUM
MODUL 2
TIPE DATA VARIABEL DAN OPERATOR





Disusun Oleh :
NAMA        : ALAN AGUSTRIANA
NIM             : 20160910073
KELAS      : SINFC-2016



SISTEM INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KUNINGAN
2017




KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Pengertian Tipe Data, Variabel dan Operator ”, suatu pembahasan yang penting bagi masyarakat yang menggunakan pemograman dalam berbagai rangka.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang Tipe Data, Variabel dan Operator yang sangat diperlukan dalam suatu harapan dapat memanfaatkan teknologi informasi terutama yang menggunakan pemograman dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Bahasa Pemograman 1”. Dalam proses pendalaman materi ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan kepada :

·         Bapak Dede Irawan, M.Kom., selaku dosen mata kuliah “Bahasa Pemograman 1”.

Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat,


                                                                                Kuningan, 25 November 2017



                                                                                ALAN AGUSTRIANA

 DAFTAR ISI


COVER ...............................................................................  i
DAFTAR ISI ........................................................................  ii
KATA PENGANTAR ..........................................................  iii
BAB I. Pendahuluan ............................................................  1
          1.1 Latar Belakang .....................................................  1
          1.2 Rumusan Masalah................................................ 2
          1.3 Tujuan Masalah ...................................................  2
BAB II. PEMBAHASAN ......................................................  3
          2.1 Pengertian Tipe Data ...........................................  3
          2.2 Pengertian Variable .............................................  11
BAB III. PENUTUP .............................................................  22
          3.1 Kesimpulan ..........................................................  22
          3.2 Saran ...................................................................  23

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      LATAR BELAKANG

Bahasa pemprograman, merupakan adalah suatu komando atau perintah yang dibuat manusia untuk membuat komputer menjadi memiliki fungsi tertentu. Bahasa pemrograman ini adalah suatu susunan aturan penulisan (sintaks) yang membentuk kode kode yang kemudian akan diterjemahkan oleh program kompiler menjadi bahasa rakitan (assembly) dan terus diolah hingga dimengerti oleh mesin. Komputer hanya mengerti bahasa mesin.

Bagi pemula, belajar bahasa pemprograman memang sulit, namun bukan berarti itu penghalang bagi kita untuk enggan belajar. Di Fakultas Sistem Informatika yang notabene khusus mempelajari ilmu-ilmu komputer sekalipun, tidak semua mahasiswanya pandai dalam bahasa pemrograman tertentu.

Hal itu dikarenakan tidak semua orang mempunyai pemikiran dan kreativitas yang sama sehingga daya nalar terhadap sebuah bahasa pemrograman didapatkan hasil yang berbeda-beda untuk setiap orang. Perlu anda ketahui bahwa Program yang ditulis dengan menggunakan bahasa pascal mempunyai ciri yang terstruktur sehingga mudah dipahami maupun dikembangkan oleh pemogram.

Pada suatu bahasa pemrograman umumnya telah menyediakan tipe – tipe data yang sederhana ( simple ) maupun yang terstruktu. Termasuk di bahasa pascal.


1.2.      Rumusan Masalah
1. Apa Pengartian Tipe Data ?
2. Bagaimana Tipe Bilangan Bulat (Integer) ?
3. Tipe data Floating Point ( Bilangan Pecahan ) ?
4. Bagaimana Pengertian Variabel?
5. Apa Pengertian Operator ?
6. Bagaimana Contoh-Contoh Sintaks Tiap-Tiap Tipe Data ?

1.3.      Tujuan Masalah
1. Dapat Membuat pendeklarasian Variabel dan Tipe  Data.
2. Dapat Membuat membuat program sederhana menggunakan berbagai macam tipe operator, meliputi Aritmatika, Relasional, Kondisional, Assignment.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.      Pengertian Tipe Data

Tipe data adalah suatu keyboard yang secara otomatis datang dari bahasa program Java dan sama juga dari beberapa bahasa program lannya. Dimana tipe data biasanya digunakan ketika kita menentukan suatu jenis nilai yang dapat ditampung oleh suatu variabel.

Tipe data memiliki beberapa kegunaan dalam jenis nilainya sesuai apa nama tipe data tersebut. Adapun perbedaan jenis kelompok tipe data yang harus kita ketahui, yaitu tipe data bilangan bulat (integer), bilangan pecahan (floating point), dan tipe data boolean dan char.

1.    Tipe bilangan bulat (Integer)

Integer  merupakan tipe data numerik  yang digunakan apabila tidak berurusan dengan pecahan atau bilangan desimal. Bilangan integer juga mengenal nilai positif dan negatif (  signed number ). Tipe data numerik yang termasuk integer adalah sebagai berikut :

Nama Type Data
Ukuran
Range Nilai
Keterangan
Byte
8 bit
-128 sampai 127
Tipe data bilangan bulat
Short
16 bit
-32.768 sampai 32.767
Tipe data bilangan bulat
Int
32 bit
-2.147.483.648 sampai 2.147.483.647
Tipe data bilangan bulat
Long
64 bit
-9.223.372.036.854.775.808 sampai 9.223.372.036.854.775.807
Tipe data bilangan bulat
Float
32 bit IEEE 754

Tipe data bilangan real
Double
64 bit IEEE 754

Tipe data bilangan real
Char
16 bit
0.........65535
Tipe data sebuah karakter
Boolean


Tipe data yang memuat status true atau false





2.    Tipe data Floating Point ( Bilangan Pecahan )
Floating Point digunakan untuk menangani bilangan desimal atau perhitungan yang lebih detail dibanding integer. Ada dua macam floating point, yaitu :

Tipe
Ukuran
Range
Presisi ( Jumlah Digit )
Bytes
bit
float
4
32
+/- 3.4 x 1038
6-7
double
8
64
+/- 1.8 x 10308
15

Semua bilangan pecahan atau desimal dalam Java tanpa diakhiri huruf f akan dianggap sebagai double. Sedangkan bilangan yang ingin dikategorikan sebagai float harus diakhiri dengan huruf F. Misalnya : 4.22 F atau 2.314f. Sedangkan untuk bilangan doeuble, bisa menambah dengan huruf D, karena secara default bilangan dengan koma atau pecahan atau desimal akan dianggap sebagai double.

·         Float
Tipe ini digunakan untuk menandakan nilai–nilai yang mengandung presisi atau ketelitan tunggal (single-precision) yang menggunakan ruang penyimpanan 32-bit. Presisi tunggal biasanya lebih cepat untuk processor-processor tertentu dan memakan ruang penyimpanan setengah kali lebih sedikit dibandingkan presisi ganda (double precision).
Permasalahan yang timbul dari pemakaian tipe float untuk nilai-nilai yang terlalu kecil atau justru terlalu besar, karena nilai yang dihasilkan akan menjadi tidak akurat.

            Example :
Contoh program 1 :

public class a {

public static void main (String [] args)

//  deklarasi variabel float ip=3,7;
// output

System.out.println(“ip saya = "+ip);

}

}
Contoh program 2 :
public class a {

public static void main (String [] args)

//  deklarasi variabel int ip; //inisialisasi variabel ip=3,7;

//  output

System.out.println(“ip saya = "+ip);

}

}

·         Double
Tipe ini mengandung tingkat ketelitian ganda atau presisi ganda (double precisiondan menggunakan ruang penyimpanan 64-bit untuk menyimpan nilai. Tipe double tentu lebih cepat untuk melakukan perhitungan-perhitungan matematis daripada tipe float. Untuk perhitungan yang bersifat bilangan riil dan menghasilkan hasil yang lebih akurat, maka lebih baik menggunakan tipe double.

Contoh program 1 : public class b {

public static void main (String [] args)

//  deklarasi variabel double pi=3,1416;
//  output
System.out.println(“nilai pi = "+pi);

}

}

Contoh program 2 :

public class b {

public static void main (String [] args)

//  deklarasi variabel int pi; //inisialisasi variabel pi=3,1416;

//  output

System.out.println(“nilai pi = "+pi);

}

}

Bilangan pecahan juga bisa dibilang real, real adalah tipe data yang dipakai pada variable yang berdata bilangan pecahan desimal. Dimana kita tahu di dunia matematika ada yang namanya angka dibelakang koma, makanya tipe data ini sangat cocok membantu kita untuk menuntaskan segala masalah dalam perhitungan.
Pada tipe data ini yang paling umum digunakan yaitu tipe data double dimana double memiliki ukuran yang besar senilai 64 bit setara dengan 8 byte. Tipe data ini mampu menuntaskan segala hitungan yang melibatkan bilangan pecahan yang banyak angka dibelakang koma, seperti halnya perhitungan kosinus, perhitungan akar, pangkat, bahkan volume, dan masih banyak lagi.

3.    Tipe Data Char

Char adalah karakter tunggal yang didefinisikan dengan diawali dan diakhiri dengan tanda “ ( petik tunggal ). Char berbeda dengan String, karena String bukan merupakan tipe data primitif, tetapi sudah merupakan sebuah objek.

Contoh program 1 :

public class c {

public static void main (String [] args)

//   deklarasi variabel char HurufPertama=‟a‟;
//   output

System.out.println(“Huruf pertama adalah "+HurufPertama);

}

}

Contoh program 2 :

public class a {

public static void main (String [] args)

//   deklarasi variabel char HurufPertama; //inisialisasi variabel HurufPertama=‟a‟;

//   output

System.out.println(“Huruf pertama adalah "+HurufPertama);

}

}

Tipe char mengikuti aturan unicode, sehingga dapat menggunakan kode /u kemudian diikuti bilangan dari 0 sampai 65535, tetapi yang biasa digunakan adalah bilangan heksadesimal dari 0000 sampai FFFF. Misalnya : „\u123‟.

Java menggunakan karakter Unicode untuk merepresentasikan semua karakter yang ada.Unicode ialah sekumpulan karakter yang terdapat pada semua bahasa, seperti bahasa Latin, Arab, Yunani dan lain-lainnya. Karena bahasa Java dirancang untuk dapat diterapkan di berbagai macam platform, maka Java menggunakan karakter Unicode yang membutuhkan ukuran 16-bit.

Untuk karakter-karakter yang tidak dapat diketikkan secara langsung melalui keyboard, java menyediakan beberapa escape sequence (pasangan karakter yang dianggap sebagai karakter tunggal). Escape sequence tidak dianggap sebagai String, melainkan tetap sebagai tipe karakter khusus. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa contoh tentang escape sequence.

4.            Boolean

Tipe data Boolean mempunyai dua nilai yaitu true (benar) dan false (salah). Nilai Boolean sangat penting digunakan untuk pengambilan keputusan dalam suatu kejadian tertentu.Contoh penggunaan:

Contoh penggunaan tipe data boolean pada java bisa dicoba dengan perintah berikut :

class TipeData {

public static void main(String[] args) {

// Tipe data primitif

long data1 = 546767226531;

int data2 = 2235641;

short data3 = 714;

bytedata4 = 34;

float data6 = 1.733; // tipe data pecahan

double data5 = 4.967; // tipe data pecahan

char data7 = „C‟;

boolean data8 = true;

System.out.println(“Nilai Long : “+ data1);

System.out.println(“Nilai Int : “+ data2);

System.out.println(“Nilai Short : “+ data3);

System.out.println(“Nilai Byte : “+ data4);

System.out.println(“Nilai Double : “+ data5);

System.out.println(“Nilai Float : “+ data6);

System.out.println(“Nilai Char : “+ data7);

System.out.println(“Nilai Boolean : “+ data8);

}

}
5.            String

String adalah tipe data dasar yang berupa kumpulan karakter dengan panjang tertentu. Meskipun berupa kumpulan karakter, karena tipe data string sering digunakan dalam pemrograman, string dianggap sebagai tipe data dasar.

Untuk penyimpanan string didalam memori, dibutuhkan 1 byte untuk tiap karakternya. Serupa dengan penulisan karakter, penulisan sebuah string juga harus diawali dan diakhiri dengan tanda petik ganda. String juga mengenal null yang dituliskan dengan "".

Contoh string:

·         "Kuningan"
·         "Semangat"
·         "ABC123"
·         "Kawaii"
·         "20160910073"
·         "L"

Perhatikan bahwa sebuah karakter tunggal ("L") juga merupakan string.

Contoh program 1 :

public class x {

public static void main (String [] args)

//   deklarasi variabel

string a=”enang”;

//   outsput

System.out.println(“Saya sedang merasa "+a);

}

}



Contoh program 2 :

public class y {

public static void main (String [] args)

//   deklarasi variabel string a;

//inisialisasi variabel a=”senang”;

//   output

System.out.println(“Saya sedang merasa "+a);

}

}


2.2.        Pengertian Variabel

Variabel adalah item yang digunakan data untuk menyimpan pernyataan objek. Variabel memiliki tipe data dan nama. Tipe data menandakan tipe nilai yang dapat dibentuk oleh variabel itu sendiri. Nama variabel harus mengikuti aturan untuk identifier.

1.    Variabel Reference dan Variabel Primitif

Sekarang kita akan membedakan dua tipe variabel yang dimiliki oleh program Java. Ada variabel reference dan variabel primitif. Variabel primitif adalah variabel dengan tipe data primitif. Mereka menyimpan data dalam lokasi memori yang sebenarnya dimana variabel tersebut berada.

Variabel Reference adalah variabel yang menyimpan alamat dalam lokasi memori. Yang menunjuk ke lokasi memori dimana data sebenarnya berada. Ketika Anda mendeklarasikan variabel pada class tertentu, Anda sebenarnya mendeklarasikan reference variable dalam bentuk objek dalam classnya tersebut.

Sebagai contoh, Apabila kita mempunyai dua variabel dengan tipe data int dan String.

int num = 10;
String name = "Hello"

Dimisalkan ilustrasi yang ditunjukkan dibawah ini adalah memori yang ada pada komputer Anda, dimana Anda memiliki alamat dari setiap sel memorinya, nama variabel dan datanya terbentuk sebagai berikut.

Seperti yang dapat Anda lihat, untuk variable primitif num, datanya berada dalam lokasi dimana variabel berada. Untuk reference variable name, variabel hanya menunjuk alamat dimana data tersebut benar-benar ada.

Variabel merupakan container yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai pada sebuah program dengan tipe tertentu. Untuk mendefinisikan variabel, kita dapat menggunakan identifier untuk menamai variabel tersebut.

a)            Identifier
Identifier adalah kumpulan karakter yang dapat digunakan untuk menamai variabel, method, class, interface, dan package. Sebagaimana bahasa pemrograman pada umumnya, Java memiliki peraturan untuk identifier yang valid atau sah. Identifier bisa disebut valid atau sah apabila diawali dengan :

-       Huruf / abjad
-       Karakter mata uang
-       Underscore ( _ )

Identifier dapat terdiri dari :
-       Huruf / abjad
-       Angka
-       Underscore ( _ )

Identifier tidak boleh mengandung @, spasi atau diawali dengan angka. Selain itu, identifier tidak boleh menggunakan keyword atau katakata yang memiliki arti atau digunakan dalam pemrograman Java.

b)    Mendeklarasikan Variabel

Sintaks dasar : [tipe data] [nama variabel];

Menuliskan tipe data dari variabel, contoh :

int bilangan;

char karakter;

float bildesimal;

boolean status;

Setelah mendeklarasikan variabel dengan tipe data, selanjutnya memberikan nilai variabel tersebut dengan tanda = ,contoh :

bilangan = 20;

karakter = „k‟;

bildesimal = 22.2f;

status = true;


Dapat juga mendeklarasikan dan memberikan nilai dalam satu baris.

int bilangan = 20;

char karakter = „k‟;

float bildesimal = 22.2f;

boolean status = true;

Kita dapat membuat variabel menjadi konstanta yang tidak dapat diubah nilainya dengan menambahkan keyword sebelum tipe data dari variabel.

Contoh :

final int konstantainteger = 10;

final float pajak = 15.5;


  
2.3.      Pengertian Operator

Dalam Java, ada beberapa tipe operator. Ada operator aritmatika, operator relasi, operator logika, dan operator kondisi. Operator ini mengikuti bermacam-macam prioritas yang pasti sehingga compilernya akan tahu yang mana operator untuk dijalankan lebih dulu dalam kasus beberapa operator yang dipakai bersama-sama dalam satu pernyataan.

1.    Operator Aritmatika Dasar

Operator   aritmetika   adalah   operator   yang   berfungsi perhitungan  matematis.

Yang  termasuk  dalam arithmatic  operator  adalah sebagai berikut :

+          : Penjumlahan

-           : Pengurangan

*          : Perkalian

/           : Pembagian

%            : Modulus (sisa hasil bagi)

++          : Increment (menaikkan nilai dengan 1)

–          :   Decrement(menurunkan nilai dengan 1)

Berikut ini contoh program menggunakan operator aritmetika :

    
class Program1{

public static void main(String[] args){

System.out.println(“Operasi aritmetika ” + “pada tipe integer”);

int a = 7 + 4;

int b = a – 4;
int c = a * b;

int d = c / 3;
int e = -a;

System.out.println(“Nilai a: ” + a);

System.out.println(“Nilai b: ” + b);
System.out.println(“Nilai c: ” + c);
System.out.println(“Nilai d: ” + d);
System.out.println(“Nilai e: ” + e);

System.out.println();

System.out.println(“Operasi aritmetika ” + “pada tipe floating-point”);

double fa = 7 + 4;
double fb = fa – 4;

double fc = fa * fb;
double fd = fc / 3;

double fe = -a;

System.out.println(“Nilai fa: ” + fa);
System.out.println(“Nilai fb: ” + fb);

System.out.println(“Nilai fc: ” + fc);
System.out.println(“Nilai fd: ” + fd);

System.out.println(“Nilai fe: ” + fe);
}

a.    Operator Modulus (Sisa Bagi)

Operator modulus (%) digunakan untuk menentukan sisa hasil bagi dari sebuah operasi pembagian bilangan bulat maupun bilangan riil.

Berikut ini contoh program menggunakan operator modulus :


class Program2

{

public static void main(String[] args)

{

int a=25, b=6;

int c = a % b;

double d = 17.75;

double e = d % b;

System.out.println(“Sisa bagi ” + a + “/” + b + ” adalah ” + c);

System.out.println(“Sisa bagi ” + d + “/” + b + ” adalah ” + e);

}

}



b.      Operator Increment – Decrement

Increment decrement operator adalah operator yang berguna untuk menaikkan 1 nilai (increment) dan menurunkan 1 nilai (decrement).
Berdasarkan urutan eksekusi penaikann dan penurunan nilainya, increment-decrement operator ini dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu pre-increment/decrement dan post-increment/decrement.
Berikut ini contoh program menggunakan operator increment :

class Program3

{

public static void main(String[] args)

{

int a=17;

System.out.println(“Pre-increment”);

System.out.println(“a\t: ” + a);

System.out.println(“++a\t: ” + ++a);

System.out.println(“a\t: ” + a);

int b=17;

System.out.println(“\nPost-increment”);

System.out.println(“b\t: ” + b);

System.out.println(“b++\t: ” + b++);

System.out.println(“b\t: ” + b);

}

}

Berikut ini contoh program menggunakan operator decrement :

class Program4

{

public static void main(String[] args)

{

int a=17;

System.out.println(“Pre-decrement”);

System.out.println(“a\t: ” + a);

System.out.println(“–a\t: ” + –a);

System.out.println(“a\t: ” + a);

int b=17;

System.out.println(“\nPost-decrement”);


System.out.println(“b\t: ” + b);

System.out.println(“b–\t: ” + b–);

System.out.println(“b\t: ” + b);

}

}


2.    Operator Relasional

Operator relasional adalah operator yang menyatakan hubungan antara satu operand dengan operand lainnya. Hasil yang diberikan dari operasi ini akan bernilai boolean (true/false).

Operator
Keterangan
==
Sama dengan
!=
Tidak sama dengan
> 
Lebih besar
< 
Lebih kecil
>=
Lebih besar atau sama dengan
<=
Lebih kecil atau sama dengan
  

Berikut ini contoh program menggunakan operator relasional :


class Program5

{

public static void main(String[] args)

{

int a=7, b=17;

System.out.println(“a == b bernilai ” + (a == b));

System.out.println(“a != b bernilai ” + (a != b));

System.out.println(“a > b bernilai ” + (a > b));

System.out.println(“a < b bernilai ” + (a < b));

System.out.println(“a >= b bernilai ” + (a >= b));

System.out.println(“a <= b bernilai ” + (a <= b));

}

}

3.    Operator Logika

Operator logika berguna ketika kita ingin menguji dua kondisi atau lebih secara bersamaaan apakah syarat itu bernilai benar atau tidak. Operator logika digunakan untuk melakukan operasi terhadap dua operand yang bertipe Boolean. Hasil yang diberikan dari operasi ini juga akan bertipe Boolean.


Operator
Keterangan
&&
AND
||
OR
^
XOR ( Exclusive OR )
!
NOT ( Negasi )

  
Berikut ini contoh program menggunakan operator logika :

class Program6

{

public static void main(String[] args)

{

System.out.println(“Operasi AND”); System.out.println(“true && true = ” + (true && true)); System.out.println(“true && false = ” + (true && false));
  
System.out.println(“true || true      = ” + (true || true));

System.out.println(“true || false = ” + (true || false));

System.out.println(“false || true = ” + (false || true));

  
System.out.println(“true ^ true      = ” + (true ^ true));

System.out.println(“true ^ false    = ” + (true ^ false));

System.out.println(“false ^ true    = ” + (false ^ true));


System.out.println(“!true              = ” + (!true));

.out.println(“!false             = ” + (!false));

}

}


4.    Operator Assignment (penugasan)

Operator penugasan berguna untuk memberikan nilai kesuatu variabel.Operator penugasan menggunakan tanda sama dengan ( = ). Dibawah ini beberapa operator penugasan.
Operator
Keterangan
=
Pemberian Nilai
+=
Penambahan Bilangan
-+
Pengurangan Bilangan
*=
Pengalian Bilangan
/=
Pembagian Bilangan
%=
Pemrolehan Sisa Bagi
                             
·         Operator += digunakan untuk menaikan nilai terhadap suatu variabel contohnya a +=2, jika semula variabel a berisi 5 maka a saat ini akaan bernilai 7.
·         Operator -= digunakan untuk menurunkan nilai terhadap suatu variabel contohnya a -=2, jika semula variabel a berisi 5 maka a saat ini akaan bernilai 3.
·         Operator /= digunakan untuk membagi nilai terhadap suatu variabel contohnya a /=2, jika semula variabel a berisi 5 maka a saat ini akaan bernilai 2.5
·         Operator %= digunakan untuk memperoleh sisa pembagian nilai terhadap suatu isi variabel contohnya x%=2, berarti nilai variabel x (bertipe int) akan diisi dengan sisa pembagian x dengan 2. Kalau misal x berisi 5 maka x saat ini akan bernilai 1.

Contoh operator penugasan yaitu:

class penugasan{

public static void main(String args[]){


int a =1;

int b = 2;

int c = 3;

int d = 4;

int e = 5;

3a+=5;

b*=4;

c-=1;

d/=2;

e%=2;

System.out.println("a = " +a);

System.out.println("b = " +b);

System.out.println("c = " +c);

System.out.println("b = " +d);

System.out.println("c = " +e);

}

}

  

5.    Operator Bitwise

Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori.

Operator bitwise dalam bahasa Java :

Operator
Penjelasan
Contoh
Hasil
>> 
Pergeseran bit ke kanan
12>>2
3
<< 
Pergeseran bit ke kiri
7<<2
28
&
Manipulasi bit dengan logika AND
11&7
3
|
Manipulasi bit dengan logika OR
9|3
11
^
Manipulasi bit dengan logika XOR
8^6
14
~
Manipulasi bit dengan logika NOT
~13
-14

  
Setiap numerik yang dimanipulasi harus dirubah dulu kedalam bentu biner, pada contoh di atas maka binernya ada sebagai berikut :

Desimal
Biner
3
11
6
110
7
111
8
1000
9
1001
10
1010
11
1011
12
1100

               
Setelah didapatkan biner dari sertiap numerik yang akan dimanipulasi maka barulah dilakukan operasi bitwise sesuai dengan operator yang di gunakan. Penjelasan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Penggunaan
Penjelasan
Hasil Biner
Hasil Desimal
12>>2
1100 digeser 2 bit ke kanan
11
3
7<<2
111 digeser 2 bit ke kiri
11100
28
12 & 7
1100 & 0111 maka setiap bit dibandingkan dengan logika AND
0100
8
9 | 3
0101 | 0011 maka setiap bit dibandingkan dengan logika OR
0111
11
8 ^ 6
0100 ^ 0110 maka setiap bit dibandingkan dengan logika XOR
0010
2
~13
~(1101)

-14


Pada operator ~ (Not) ada perhitungan tersendiri, secara sederhana rumusnya sebagai berikut :

·          ~(n) = – (n+1), contoh: ~(82) = -83
·          ~(-n) = n-1, contoh: ~(-43) = 42

Contoh Program :

public class OperatorBitwise {

public static void main(String[] args) {

//   TODO Auto-generated method stub System.out.println(" 7 << 2 = "+ (7 << 2)); System.out.println(" 12 >> 2 = "+ (15 >> 2)); System.out.println(" 12 & 7 = "+ (12 & 7)); System.out.println(" 9 | 3 = "+ (9 | 3)); System.out.println(" 8 ^ 6 = "+ (8 ^ 6)); System.out.println(" ~13 = "+ (~13)); System.out.println(" ~(-8) = "+ ~(-8));

}

}

  
BAB III
PENUTUP

3.1.      Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan di atas yaitu:

Java dikenal sebagai bahasa pemrograman yang bersifat strongly, yang berarti diharuskan mendeklarasikan tipe data dari semua variable yang apabila lupa atau salah dalam mengikuti aturan pendeklarasian variable, maka akan terjadi error pada saat proses kompilasi.

Tipe data yang terdapat pada bahasa pemrograman Java pada umumnya tidak jauh berbeda dengan bahasa pemrograman lain seperti C, C++, Pascal, Basic, dan lainnya, yakni terdiri dari integer, floating point, char, string dan boolean.

Aturan penulisan variabel pada bahasa pemrograman Java juga tidak jauh berbeda dengan bahasa pemrograman lain seperti C, C++, Pascal, Basic, dan lainnya, yakni harus diawali dengan huruf/abjad, karakter mata uang, dan underscore ( _ ) dan terdiri dari huruf/abjad, angka, dan underscore ( _ ), serta tidak boleh menggunakan kata-kata yang dikenal oleh bahasa pemrograman Java (keyword), seperti byte, case, int, dan lainnya.

Sama halnya dengan semua bahasa dapat dipemrograman, Java juga menyediakan operator-operator aritmatika untuk memanipulasi data numerik.

Selain Operator Aritmatika, Java juga mempunyai operator-operator lain, seperti operator increment dan decrement, operator assignment (penugasan), operator relasi, operator logical, operator bitwise (yang terdiri dari and, or, xor, dan complement), dan operator precedence.

3.2.      SARAN

Dalam mempelajari bahasa pemograman,hal yang pertama harus di perhatikan adalah tata cara penulisannya. Karena bahasa pemograman sangat senstive, yang artinya pada saat menuliskan sintaks suatu program tertentu kita harus memperhatikan penulisan sintaks nya, begitu juga dengan tipe data suatu variabel yang kita buat. Karena, walaupun kesalahan titik saja maka program tidak bisa dijalankan (error).Kemudian, dikarenakan cukup rumitnya bahasa pemrograman dan semakin banyaknya pesaing yang berkompetisi di bidang pemrograman, maka kami menyarankan kepada pembaca, untuk lebih giat dalam mempelajari bahasa pemrograman tersebut. Hal ini tidak hanya di khususkan untuk pemograman java saja,begitu pula dengan bahasa pemograman lainnya.

DAFTAR PUSTAKA


1.    http://smkn1panji.sch.id/AJAL/Tutorial/Variable%20dan%20tipe%20data.pdf

2.    http://eskun.blogspot.co.id/2013/03/macam-macam-tipe-data-pada-java.html

3.    http://s3.amazonaws.com/ppt-download/tipedatapadajava-140907114819-
phpapp01.pdf?response-content-disposition=attachment&Signature=lWpOJ1trxzB6ln8RZOaFJwJKwWM%3D&Expires=1444040088&AWSAccessKeyId=AKIAIA7QTBOH2LDUZRTQ

4.    http://yuliastutik15.blogspot.co.id/2013/02/konsep-variabel-pada-java-programing.html